Merakit Rumah
Oleh: All Amin
Lama menimbang judulnya. Mencari pengistilahan nan membumi. Sebab saya kerap gagap dengan istilah asing.
Istilah aslinya, model pembangunan rumah praktis ini dikenal sebagai prefabricated house atau modular home. Dalam bahasa Indonesia, disebut rumah prefabrikasi atau rumah modular.
Perkembangan rumah prefab atau modular di Indonesia menunjukkan tren positif. Jika sebelumnya banyak digunakan untuk hunian pascabencana, mess pekerja, dan bangunan di lokasi proyek, kini mulai diminati untuk rumah tinggal, vila, resort, pabrik, hingga tempat usaha dan kantor di perkotaan.
Didukung kemajuan teknologi material dan konstruksi, sistem ini menawarkan proses pembangunan yang jauh lebih cepat, efisien, dan terukur melalui penggunaan komponen siap pasang. Solusi konstruksi modern yang menjadi alternatif selain pola pembangunan konvensional.
Keunggulan utama rumah prefab terletak pada kecepatan pembangunan, efisiensi biaya, dan kendali mutu yang baik.
Proses pembangunan rumah prefab dapat berlangsung 50-60 persen lebih cepat. Efisiensi waktu ini berpotensi menekan biaya pembangunan secara signifikan, bahkan hingga sepertiga biaya rumah konvensional, tergantung spesifikasi dan lingkup pekerjaan.
Berbeda dengan konstruksi konvensional yang riskan oleh tingkat keterampilan pekerja di lapangan, rumah prefab diproduksi melalui sistem pabrikasi dengan standar dan ukuran yang terkontrol. Hasilnya lebih presisi dan konsisten, minim risiko cacat saat proses pembangunan. Sebab tiba di lokasi komponen tinggal dirakit.
Teknik merakitnya mengingatkan saya pada barang impian masa kecil yang tak pernah terwujud: meja belajar Olympic.
Dulu, ketika bermain ke rumah kawan, saya kerap melihat meja belajar Olympic. Lengkap dengan lampu, aneka bolpoin, susunan buku, dan majalah Bobo.
Pemandangan itu menyalakan impian dalam pikiran. Terutama ketika belajar di rumah, di kamar kecil berdipan kayu, dengan meja dari peti kayu bekas tempat perkakas tukang.
Mungkin itu sebabnya saya tak terlalu pintar di sekolah. Sebab tak punya meja belajar.
Kalau sekarang mirip dengan kita belanja furnitur di IKEA. Barangnya datang dalam bentuk komponen, lalu dirakit sendiri di rumah.
Bedanya, itu furnitur, yang ini bangunan. Tapi, prinsip kepraktisannya sama.
Gagasan rumah prefabrikasi bukanlah hal baru. Sejak abad ke-19, orang sudah mengembangkan cara membangun rumah dengan menyiapkan komponen di satu tempat, lalu merakitnya di tempat lain.
Memasuki awal abad ke-20, konsep tersebut berkembang menjadi produk komersial. Pada tahun 1908 di Amerika Serikat rumah mulai dipasarkan melalui katalog. Rumah diperlakukan sebagai produk yang dapat dipilih, dikirim, dan dirakit.
Perang Dunia II mempercepat perkembangan teknologi ini. Kebutuhan bangunan untuk kepentingan militer dan hunian mendorong produksi secara massal. Setelah perang berakhir, prefabrikasi menjadi solusi kekurangan rumah di berbagai negara, termasuk Inggris.
Pada dekade-dekade berikutnya, teknologi prefabrikasi terus berkembang. Material kayu, baja, beton pracetak dan berbagai jenis panel mulai digunakan dengan metode yang semakin beragam.
Kini di Indonesia, penerapan teknologi konstruksi prefabrikasi juga terus berkembang. Semakin masif digunakan, untuk rumah tinggal, bangunan komersial, hingga fasilitas publik.
Pada bagian akhir pariwara ini saya hendak menawarkan untuk yang tertarik pada rumah prefab, atau rumah siap pasang ini, mulai dari penyediaan bahan, perencanaan, sampai perakitan.
Persis seperti datang ke penjahit yang sekaligus telah menyediakan bahan lengkap. Pelanggan tinggal mencocokkan ukuran. Pemilik properti tinggal menyiapkan lahan, lalu bangunan terima jadi.
Banyak kebutuhan pengembangan properti yang cocok dengan konsep konstruksi prefabrikasi.
Pasangan muda modern yang ingin pembangunan rumahnya cepat, hitungan anggaran tepat, dan desain kekinian. Pemilik vila di kawasan wisata yang ingin segera bisa beroperasi. Juragan kos-kosan yang ingin unit sewanya segera menghasilkan. Pemilik bisnis jaringan waralaba yang membutuhkan bangunan praktis, seragam, dan knockdown.
Developer perumahan, pengembang kawasan industri, kontraktor gedung bertingkat, juga arsitek yang ingin berkolaborasi dengan pola menyerupai kerja sama antara perancang busana dan perusahaan garmen.
Rumah prefab juga berpotensi mendukung program pemerintah dalam penyediaan hunian yang cepat dan efisien. Rumah siap pasang pun cocok untuk yang tinggal di tanah mertua. Bisa dibongkar pasang.
Efisien juga untuk tiga program prioritas pemerintah yang sedang berjalan: pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG), gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, dan gedung Sekolah Rakyat.
Serta masih banyak lagi model properti lain yang efektif dan efisien ketika menggunakan konsep merakit di tempat ini.
PT Building Technologies Indonesia (BTI) merupakan perusahaan yang telah berpengalaman selama dua dekade dalam pengembangan panel beton ringan bermerek Quipanel.
Perusahaan ini memproduksi beragam jenis dan ukuran beton pracetak (precast) untuk berbagai kebutuhan konstruksi, mulai dinding, lantai, pintu, pagar, hingga tiang dan tapak bangunan.
Melalui program Rakit Rumah Indonesia, PT BTI juga sudah memiliki portofolio panjang dalam pengembangan konsep konstruksi prefabrikasi dalam beragam rupa bangunan berbagai wilayah Indonesia.
Bagi pemilik properti, pengembang, kontraktor, arsitek, maupun pelaku usaha yang ingin mengembangkan bangunan dengan sistem prefabrikasi, mari berkolaborasi bersama Building Technologies Indonesia.
Mulai dari perencanaan, penyediaan komponen bangunan, hingga perakitan di lokasi, kami membuka peluang kerja sama untuk beragam kebutuhan properti di seluruh Nusantara. Hubungi All Amin: 081337208840.
_________________
