News Breaking
Live
update

Breaking News

Di Balik Pesta Pernikahan dr. Annisa, Putri dr. Eviriyanto, Ada Reuni Kawan Lama yang Puluhan Tahun Terpisah

Di Balik Pesta Pernikahan dr. Annisa, Putri dr. Eviriyanto, Ada Reuni Kawan Lama yang Puluhan Tahun Terpisah



PEKANBARU — Minggu 4 Oktober 2026 siang itu, Hotel Labersa Pekanbaru ramai oleh tamu. Pesta pernikahan dr. Annisa Viani Khalda, putri pertama pasangan dr. Eviriyanto Adlin, SH, Sp.PD dan dr. Megariani, Sp.A, M.BioMed, M.Si, berlangsung meriah.

Namun, ada pemandangan lain yang membuat pesta itu terasa istimewa.

Di antara tamu yang datang memberi selamat kepada kedua mempelai, terselip wajah-wajah lama yang sudah puluhan tahun tidak berjumpa. Mereka bukan sekadar datang sebagai kolega atau mitra kerja orang tua mempelai.

Mereka adalah teman-teman lama dr. Eviriyanto, atau yang akrab disapa Anto.

Pesta pernikahan itu pun berubah menjadi semacam reuni besar.

Ada yang datang dari Pekanbaru dan daerah lain di Riau. Ada pula yang sengaja menempuh perjalanan dari Jakarta, Padang, hingga Padangpanjang.

Begitu bertemu, suasana langsung cair.

Jabat tangan berubah menjadi pelukan. Percakapan yang awalnya singkat berkembang menjadi cerita panjang. Nama-nama lama kembali disebut. Kenangan masa sekolah pun satu per satu muncul.

Seolah waktu puluhan tahun yang memisahkan mereka mendadak menjadi pendek.

Dari bangku sekolah ke pesta pernikahan

Salah satu rombongan yang cukup mencuri perhatian adalah teman-teman SMA Anto dari komunitas Genetika 91 SMANPAPA.

Genetika 91 merupakan Generasi 3 Fisika angkatan 1991 SMAN Padangpanjang. Di komunitas tersebut, Anto dipercaya sebagai ketua.

Hari itu, bendahara Ritameda dan sekretaris Ferry Admiral hadir bersama rekan-rekan lainnya. Ada Warman Fatra, Daherman Boy, hingga dr. Devina Yuristin yang akrab disapa Cici.

Dari Jakarta, dr. Fadhil, Sp.BS juga menyempatkan diri datang.

Waktunya cukup mepet. Setelah menghadiri pesta, ia harus segera bergegas menuju bandara untuk kembali ke Jakarta pada sore hari.

Tapi jarak dan kesibukan rupanya bukan alasan untuk melewatkan pertemuan seperti ini.

Bagi sebagian orang, mungkin sebuah pesta pernikahan hanya berlangsung beberapa jam. Namun bagi mereka, hari itu seperti membuka kembali album kenangan yang sudah lama tersimpan.




Teman-teman SMP 1 Padangpanjang angkatan 1988 juga ikut datang.

Ada Hendri Rahmat, dr. Eva Dharma Sari, dan Buya Hendri yang datang dari Padang dan Padangpanjang.

Beberapa kawan yang kemudian kembali bertemu di bangku SMA juga hadir. Di antaranya Nina Widia Ningsih, Neneng, dan Yenti Murni.

Rombongan alumni SMA Negeri Padangpanjang angkatan 1991 datang dari beberapa kelompok. Ada rombongan Nanang dan rombongan Damon atau Mak Sa yang dihadiri Yolanda, Welma, serta Noza.

Satu per satu mereka berkumpul.

Tidak ada agenda reuni yang dibuat secara khusus. Tidak ada susunan acara yang harus diikuti.

Tetapi suasananya justru terasa seperti reuni.



Ketika wajah lama kembali muncul

Kehangatan serupa juga terasa dari teman-teman Anto yang kini menetap di Riau.

Mereka tergabung dalam Ikatan Alumni Lintas SMA Padangpanjang Angkatan 91 Riau atau Iklasturi.

Ketua Iklasturi, Ferry Admiral, hadir bersama Novera Sari, M. Ikhlas, Refiandi, dan Yursi Rachma Nelva.

Mereka kemudian melebur dengan kelompok alumni lainnya.

Ada yang duduk sambil bercerita. Ada yang berdiri mencari teman lama. Ada pula yang sibuk mencari sudut terbaik untuk berfoto.

Kamera ponsel pun bekerja hampir tanpa henti.

Mungkin karena banyak wajah yang berubah setelah puluhan tahun.

Ada yang langsung dikenali. Ada pula yang perlu waktu beberapa detik sebelum sebuah nama lama akhirnya muncul dalam ingatan.

Fikri Yodarma, atau Nanang, termasuk yang merasakan suasana itu.

Ia mengaku senang bisa hadir dalam pesta Anto. Yang membuatnya lebih bahagia, ternyata banyak teman lama yang datang.

“Iya senang sekali bisa hadir di acara dr. Anto, tidak menyangka banyak kawan-kawan yang hadir dan bahkan bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan senior-senior dan adik-adik kelas SMA yang ada di Riau. Yang domisili Pekanbaru dan sekitarnya pada hadir semua,” ungkap Nanang antusias.

Bagi Nanang, pesta itu akhirnya menjadi tempat bertemunya banyak generasi.

Teman seangkatan, senior, junior, hingga mereka yang selama ini hanya berkomunikasi lewat media sosial, akhirnya bertemu langsung.

“Teman-teman juga demikian”

Cerita yang hampir sama disampaikan dr. Eva Dharma Sari.

Eva bukan hanya teman SMP Anto. Ia juga pernah satu angkatan dengan Anto ketika berkuliah di Universitas Andalas.

Puluhan tahun berlalu membuat pertemuan itu terasa sedikit lucu.

Wajah-wajah yang dulu begitu akrab kini membutuhkan sedikit waktu untuk dikenali.

“Iya, banyak yang pangling dengan teman-teman, dan teman-teman juga demikian. Saya ketemu Ferry misalnya, mungkin sudah 30 tahun lebih yang lalu semenjak tamat SMP rasanya tidak pernah bertemu langsung lagi. Juga seperti dengan Refiandi atau An yang dia malah lupa dengan Eva.. hehe..,” kenang dr. Eva sembari tersenyum.

Kalimat terakhirnya disambut tawa.

Begitulah barangkali cara waktu bekerja.

Ia mengubah wajah, gaya rambut, kesibukan, bahkan tempat tinggal. Tetapi begitu sebuah nama lama disebut, ingatan bisa kembali ke masa ketika mereka masih berseragam sekolah.

Di sela-sela nostalgia itu, hidangan pesta tetap menjadi bagian penting dari perjalanan mereka hari itu.

Makanan tersedia beragam dan melimpah. Sambil mencicipi hidangan, mereka terus berpindah dari satu meja ke meja lain.

Tujuannya sederhana: mencari kawan yang belum ditemui dan tentu saja mencari tempat terbaik untuk mengabadikan pertemuan.

Ferry Admiral melihat pesta itu sebagai gambaran pribadi Anto yang memang dikenal senang berbagi.

“Iya senang bertemu kawan-kawan, juga senang melihat tamu-tamu yang datang sangat ramai dan makanan tersedia beragam dan banyak. Acara berlangsung meriah dan khidmat. Bangga dan senang melihatnya. Rekan kami dr. Anto ini orangnya memang juga dermawan dan suka berbagi, alhamdulillah semua lancar dan hepi” jelasnya.

Sebuah foto untuk membawa pulang kenangan

Menjelang rangkaian acara berakhir, para sahabat lama itu berkumpul di depan pelaminan.

Satu per satu masuk ke dalam bingkai kamera.

Senior hadir. Junior ikut bergabung. Teman seangkatan pun mengambil tempat.

Dari barisan Alumni SMA 1 Padangpanjang lintas angkatan, tampak Minda Rozana, Dalius, Aflinda, Sastra Wahid, dan Diyersi Utama.

Dari kalangan junior, ada dr. Riza Yefri, dr. Wilson, Mira, dan Meri.

Mereka berdiri berdekatan.

Sesaat kemudian, kamera mengabadikan semuanya.

Sebuah foto mungkin hanya membutuhkan sepersekian detik untuk dibuat. Tetapi foto itu bisa menyimpan cerita jauh lebih panjang.

Tentang masa sekolah.

Tentang persahabatan.

Tentang orang-orang yang pernah berjalan bersama, lalu berpisah karena pekerjaan, keluarga, dan perjalanan hidup masing-masing.

Hari itu, mereka dipertemukan kembali oleh sebuah pesta pernikahan.




Setelah sesi foto, sebagian masih memilih tinggal. Obrolan belum selesai. Tawa masih terdengar di beberapa sudut ruangan.

Sebagian lainnya mulai berpamitan dan bersiap kembali ke daerah masing-masing.

Mereka membawa pulang lebih dari sekadar cerita tentang sebuah pesta.

Ada pertemuan yang lama dinanti. Ada nama-nama lama yang kembali disebut. Ada kenangan sekolah yang tiba-tiba terasa dekat.

Dan mungkin, ada janji kecil untuk tidak menunggu puluhan tahun lagi sebelum bertemu.

Selamat menempuh hidup baru untuk dr. Annisa Viani Khalda dan pasangan. Semoga menjadi keluarga yang sakinah, penuh keberkahan dan kebahagiaan.

Bagi dr. Anto dan keluarga besan, pesta itu juga menjadi sebuah babak baru dalam hubungan antarkeluarga.

Sebab pada akhirnya, sebuah pernikahan bukan hanya tentang dua orang yang memulai kehidupan bersama.

Kadang, ia juga menjadi alasan bagi banyak orang untuk kembali menemukan sahabat lama.

Dan di Hotel Labersa hari itu, masa depan sebuah keluarga dirayakan bersamaan dengan masa lalu yang kembali pulang lewat wajah-wajah lama. (Fer/Oce)


Tags