Anda Mungkin Mulai Terkena Alzheimer Jika...
HEALTH, tanjaxnews.com -- Tingkat risiko penyakit alzheimer, demensia, hingga parkinson, ternyata semakin besar di kalangan masyarakat Indonesia. Masalah kesehatan ini pun disorot oleh Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin.
Menkes Budi meminta masyarakat untuk melakukan berbagai langkah pencegahan terhadap dua beban penyakit ini. Selain itu, ia mendorong lebih banyak dokter dan peneliti Indonesia untuk terhubung dengan para ahli di luar negeri untuk mengatasi alzheimer dan parkinson.
“Saya berharap bisa menstimulasi keinginan dokter-dokter di Indonesia dan peneliti Indonesia terkait penyakit neuro seperti ini untuk bisa berhubungan dengan teman-teman di luar negeri,” ujar Menkes Budi dalam acara Simposium EMC Healthcare dengan King's College London, di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan, Jakarta, baru-baru ini.
Menurut Menkes Budi, sudah seharusnya pengetahuan yang dimiliki dokter Indonesia tentang penyakit yang menyerang saraf dan otak ini setara dengan luar negeri. Mengingat, banyak lansia yang mengalami penyakit degeneratif dan golongan penyakit tidak menular di era modern ini.
Dalam kesempatan sama, Spesialis Saraf di EMC RS Sentul, dr. Sendjaja Muljadi, SpS, FICA, FRCP, menjelaskan, demensia, alzheimer, dan parkinson merupakan penyakit yang disebabkan gangguan fungsi otak. Semua penyakit ini akan memengaruhi kemampuan seseorang dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
“Demensia sampai saat ini, terus terang, masih menjadi tantangan. Berbagai penelitian terus dilakukan, termasuk pengembangan obat-obatan baru. Namun, kita belum berani mengatakan bahwa hasilnya sudah 100 persen efektif,” Neurologis yang juga Chairman The 1st International King's - EMC ini.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut, 60-70 persen kasus demensia merupakan penyakit Alzheimer. Meskipun penyakit ini kerap dialami oleh lansia, tapi bukan bagian dari proses penuaan normal. Kabar buruknya, kondisi ini tidak bisa disembuhkan. Hal ini tentu saja akan menurunkan kualitas hidup lansia.
Penyebab
Melansir medlineplus.gov, dikatakan bahwa penyebab pasti penyakit Alzheimer belum diketahui. Penelitian menunjukkan bahwa perubahan mikroskopis tertentu di otak dikaitkan dengan penyakit Alzheimer. Hal ini menyebabkan terbentuknya struktur yang disebut plak neuritik dan kekusutan neurofibriler.
Sebagian besar ahli percaya bahwa inilah penyebab penyakit Alzheimer, tetapi mengapa hal ini terjadi pada sebagian orang masih belum diketahui.
Anda lebih mungkin terkena penyakit Alzheimer jika Anda:
1. Berusia lebih tua -- Mengembangkan penyakit Alzheimer bukanlah bagian dari penuaan normal.
2. Memiliki kerabat dekat, seperti saudara laki-laki, saudara perempuan, atau orang tua yang menderita penyakit Alzheimer.
3. Memiliki gen tertentu yang terkait dengan penyakit Alzheimer.
Faktor-faktor berikut juga dapat meningkatkan risiko:
- Perempuan lebih rentan
- Mengalami masalah jantung dan pembuluh darah (aterosklerosis)
- Riwayat trauma kepala
Ada dua jenis penyakit Alzheimer:
1. Penyakit Alzheimer onset dini -- Gejala muncul sebelum usia 60 tahun. Jenis ini jauh lebih jarang terjadi daripada onset lanjut. Penyakit ini cenderung memburuk dengan cepat. Penyakit onset dini dapat diturunkan dalam keluarga. Beberapa gen yang terkait dengan hal ini telah diidentifikasi.
2. Penyakit Alzheimer onset lanjut -- Ini adalah jenis yang paling umum. Penyakit ini terjadi pada orang berusia 60 tahun ke atas. Penyakit ini mungkin diturunkan dalam beberapa keluarga, tetapi peran gen kurang jelas.
Gejala
Gejala penyakit Alzheimer meliputi kesulitan dalam berbagai fungsi mental, termasuk:
- Perilaku emosional atau kepribadian
- Bahasa
- Ingatan
- Persepsi
- Berpikir dan menilai (keterampilan kognitif)
Penyakit Alzheimer biasanya pertama kali muncul sebagai sifat pelupa.
Gangguan kognitif ringan (MCI) adalah kondisi di mana seseorang memiliki lebih banyak masalah memori dan berpikir daripada orang lain seusianya.
Orang dengan MCI memiliki masalah ringan dengan berpikir dan mengingat yang tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Mereka sering menyadari kelupaan tersebut.
Tidak semua orang dengan MCI akan mengembangkan penyakit Alzheimer.
Gejala MCI meliputi:
- Kesulitan melakukan lebih dari satu tugas sekaligus
- Kesulitan dalam memecahkan masalah atau membuat keputusan
- Melupakan nama orang-orang yang dikenal, peristiwa terkini, atau percakapan.
- Membutuhkan waktu lebih lama untuk melakukan aktivitas mental yang lebih sulit.
Gejala awal penyakit Alzheimer dapat meliputi:
- Kesulitan dalam melakukan tugas-tugas yang membutuhkan pemikiran, tetapi dulunya mudah dilakukan, seperti menyeimbangkan pembukuan, memainkan permainan yang kompleks (misalnya, bridge), dan mempelajari informasi atau rutinitas baru.
- Tersesat di rute yang sudah biasa dilalui
- Suasana hati yang datar
- Masalah bahasa, seperti kesulitan mengingat nama-nama benda yang sudah dikenal.
- Kehilangan minat pada hal-hal yang sebelumnya dinikmati
- Kehilangan barang
- Perubahan suasana hati yang mengarah pada perilaku agresif
- Perubahan kepribadian dan hilangnya keterampilan sosial
- Kinerja tugas pekerjaan yang buruk
Seiring memburuknya penyakit Alzheimer, gejalanya menjadi lebih jelas dan mengganggu kemampuan untuk merawat diri sendiri. Gejala-gejala tersebut dapat meliputi:
- Bersikap suka berdebat
- Perubahan pola tidur, sering terbangun di malam hari
- Delusi, depresi , dan agitasi
- Kesulitan melakukan tugas-tugas dasar, seperti menyiapkan makanan, memilih pakaian yang tepat, dan mengemudi.
- Kesulitan membaca atau menulis
- Melupakan detail tentang peristiwa terkini
- Melupakan peristiwa-peristiwa dalam sejarah hidup seseorang dan kehilangan kesadaran diri.
- Halusinasi
- Penilaian yang buruk dan hilangnya kemampuan untuk mengenali bahaya.
- Menggunakan kata yang salah, salah mengucapkan kata, atau berbicara dalam kalimat yang membingungkan.
- Perilaku kekerasan
- Menarik diri dari kontak sosial
Penderita penyakit Alzheimer parah tidak lagi dapat:
- Kenali anggota keluarga
- Melakukan aktivitas dasar sehari-hari, seperti makan, berpakaian, dan mandi.
- Memahami bahasa
Gejala lain yang mungkin terjadi pada penyakit Alzheimer:
-Kesulitan mengendalikan buang air besar atau buang air kecil
- Masalah menelan
Alzheimer bisa dicegah dengan gaya hidup sehat. Salah satu yang cukup penting adalah konsumsi makanan sehat bergizi seimbang untuk mencegah berbagai penyakit. (*)

