Vozinha, Teknisi Listrik dan Sopir Bus yang Patahkan Kaki Messi
MIAMI, tanjaxNews -- Di tengah hiruk-pikuk perbincangan tentang penampilan Lionel Messi, Kylian Mbappe, dan Erling Haaland dalam beberapa hari terakhir, Vozinha kini juga menjadi bagian dari perbincangan global.
Yang spektakuler dan akan dikenang dalam waktu lama adalah, Bagaimana kiper kelahiran 3 Juni 1986 itu melakukan penyelamatan pada menit ke-73 ketika Messi tampaknya akan membuat gemuruh pendukung Argentina di Hard Rock Stadium di Miami saat tendangan bebas. Tapi Vozinha yang bertinggi 1 meter 89 sentimeter ini membatalkan rencana selebrasi si Singa Kecil.Vozinha 'mematahkan' kaki Messi. Peraih delapan kali Ballon d'Or itu tidak mungkin menendang lebih baik lagi, Vozinha berhasil menepisnya.
Laga Argentina vs Cabo Verde adalah salah satu penampilan tim underdog terhebat dalam sejarah turnamen, karena pertahanan Cabo Verde terus bertahan dengan kuat menghadapi serangan Argentina yang tanpa henti. Argentina melepaskan 22 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran, tetapi Blue Sharks terus mematahkan serangan dari bola mati dan mempertahankan skor.
Padahal dari segi apa pun Argentina bukanlah lawan tanding bagi Cabo Verde. Nilai transfer individu lima pemain dalam skuad Piala Dunia Argentina melebihi nilai gabungan seluruh pemain inti Cabo Verde. Kekayaan bersih Lionel Messi saja – sedikit di atas $1 miliar – kira-kira sepertiga dari PDB negara kepulauan kecil tersebut.
Begitupun sebelumnya, Spanyol ditahan imbang secara mengejutkan oleh Cabo Verde dalam laga pembuka Piala Dunia mereka.
Vozinha, menangis di akhir pertandingan yang berakhir imbang 0-0 melawan Spanyol setelah pemain berusia 40 tahun itu dikerumuni oleh rekan-rekan setimnya menyusul penampilan gemilangnya yang menggagalkan kemenangan juara Eropa di laga pembuka Piala Dunia mereka.
Cabo Verde tertekan di separuh lapangan mereka sendiri hampir sepanjang pertandingan, tetapi setiap kali Spanyol berhasil menembus pertahanan mereka yang gigih, Vozinha datang menyelamatkan keadaan.
Aksi heroiknya membuatnya dinobatkan sebagai pemain terbaik pertandingan, setelah melakukan serangkaian penyelamatan gemilang di akhir babak pertama untuk menggagalkan peluang Ferran Torres, Pedri, dan Aymeric Laporte.
Siapa sebenarnya Vozinha?
Berikut semua yang kita ketahui tentang kiper Cabo Verde, Vozinha:
Di mana ia berkarir?
Vozinha bermain sebagai penjaga gawang untuk Chaves di liga sepak bola lapis kedua Portugal. Namun ia tak memiliki klub (tanpa klub) sejak kontraknya dengan klub Portugal G.D. Chaves berakhir pada 1 Juli 2026.
Piala Dunia adalah panggung terbesar yang pernah ia capai, tetapi Vozinha memulai karier klubnya di negara asalnya bersama Batuque FC, sebelum pindah ke CS Mindelense.
Pengalaman pemain veteran ini berasal dari berbagai klub yang pernah ia bela – dari Progresso di Angola hingga Zimbru Chisinau di Moldova, Gil Vicente di Portugal, AEL Limassol di Siprus dan AS Trencin di Slovakia, sebelum akhirnya bergabung dengan Chaves.
Apakah Vozinha nama aslinya?
Tidak, Vozinha adalah nama samaran untuk Josimar Jose Evora Dias. Nama itu berasal dari kakek-neneknya, yang menghabiskan sebagian besar waktunya bersama mereka karena ayahnya bertugas di militer dan ibunya bekerja. Nama itu memang cocok, karena artinya "nenek kecil" dalam bahasa Portugis.
Dalam bahasa Portugis, nama Vozinha memiliki arti "nenek kecil" (atau little grandmother). Kata ini merupakan bentuk pengecilan (diminutive) dari kata "vó" yang berarti nenek.
Nama Vozinha sendiri mengandung sepotong sejarah sepak bola. Ayahnya berharap bisa menamainya 'Valdano', mengikuti nama pemain hebat Argentina dan Real Madrid, Jorge Valdano, tetapi pihak berwenang Cabo Verde menolak. Sebagai gantinya, ia diberi nama Josimar, mengikuti nama bek Brasil yang terkenal di Piala Dunia 1986.
Berasal dari kota kelahirannya di Sao Vicente, Cabo Verde, Vozinha telah menjadi nama jersey-nya selama perjalanan keliling klub di Afrika dan Eropa.
“Ketika saya tiba di Angola, ada kiper lain bernama Josimar, dan saya berkata, 'Saya tidak akan mencantumkan Josimar II di kaus'. Jika semua orang mengenal saya sebagai Vozinha di Cabo Verde, itulah saya nantinya,” katanya kepada FIFA dalam sebuah wawancara awal tahun ini.
Pria dengan kumis dan jambang lebat itu sampai meneteskan air mata karena aksi heroiknya dan debut Piala Dunia yang bagaikan dongeng.
“Sangat bangga… Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk mewakili negara saya,” kata Vozinha kepada wartawan tentang negara kepulauannya, negara terkecil ketiga yang lolos ke Piala Dunia.
“Saya menangis karena saya dibesarkan oleh kakek-nenek saya dan, sayangnya, mereka tidak ada di sini; mereka meninggal beberapa tahun sebelumnya, dan mereka melakukan segalanya untuk saya dan hidup saya,” tambahnya.
“Selain itu, ibu saya tidak bisa datang ke sini karena masalah visa. Kami tidak berhasil mendapatkan uang untuk visa tepat waktu, dan saya ingin beliau bisa datang ke sini.”
Follower Instagram naik 21 juta
Di luar lapangan, ia juga menjadi sensasi viral - pengikutnya di Instagram meningkat dari 50.000 menjadi lebih dari 5 juta setelah CazeTV - saluran YouTube yang memiliki hak siar Piala Dunia di Brasil, mendesak para penontonnya untuk mengikutinya.
Jumlah pengikut Instagram sang kiper melonjak dari angka yang relatif kecil, yaitu 50.000 menjadi hampir 5 juta hanya dalam beberapa jam setelah pertandingan Spanyol berakhir.
Kini followers Instagram Vozinha melonjak tajam hingga menembus angka 20 hingga 22,5 juta pengikut berkat penampilan heroiknya di Piala Dunia.
Kecemerlangannya yang tenang disorot di panggung terbesar dunia untuk disaksikan semua orang.
Bintang sepak bola Prancis, Paul Pogba, menggunakan media sosial setelah pertandingan untuk memuji Vozinha.
“Kiper Cabo Verde benar-benar luar biasa, waaaaw,” tulisnya.
"Itu gila," ujarnya kepada wartawan ketika diberitahu tentang hal itu setelahnya.
Angka-angka follower tersebut semakin tidak masuk akal. Vozinha, tiba-tiba, dapat mengklaim memiliki pengikut Instagram yang lebih banyak daripada Bukayo Saka dari Inggris (8,1 juta), kapten Norwegia Martin Odegaard (7,2 juta), dan bintang paling bersinar USMNT Christian Pulisic (7,5 juta). Jika terus seperti ini, dia mungkin akan segera mengejar pemenang Ballon d'Or saat ini, Ousmane Dembele dari Prancis (21,2 juta).
Dan semua itu gara-gara satu kali clean sheet.
Memang Piala Dunia 2026 ini menelorkan banyak kejutan:
- Paraguay yang berada di peringkat ke-34 mengalahkan Jerman yang berada di peringkat ke-12 melalui adu penalti, dan kemudian menahan Prancis yang perkasa tanpa gol selama setengah babak penuh.
- Kongo DR yang berada di peringkat ke-41 menahan Portugal dan Cristiano Ronaldo tanpa gol, dan kemudian mencapai babak gugur untuk memberikan perlawanan sengit kepada Inggris yang berada di peringkat keempat .
- Curaçao yang berada di peringkat ke-82 menahan imbang Ekuador yang berada di peringkat ke-25 dengan skor tanpa gol.
- Haiti yang berada di peringkat ke-88 bersaing ketat dengan Maroko yang berada di peringkat keenam untuk waktu yang jauh lebih lama dari yang diperkirakan siapa pun.
Perluasan turnamen FIFA dari 32 menjadi 48 tim disambut dengan sikap sinis yang sudah diduga dari dunia sepak bola —
ekspansi memang benar-benar ekspansi, menyalurkan jutaan dolar lebih banyak dari biaya penyiaran, aktivasi sponsor, pendapatan tiket, dan semua aliran pendapatan tambahan lainnya yang disedot FIFA setiap Piala Dunia.
Mungkin orang akan menilai, Piala Dunia pertama dengan 48 tim membantu Cabo Verde mencapai posisi mereka saat ini, tetapi itu sama sekali bukan kebetulan. Faktanya, mereka berhasil lolos meskipun berada di grup yang sama dengan Libya, Angola, dan terutama Kamerun , salah satu tim nasional Afrika yang bersejarah di Piala Dunia. Pertanyaannya adalah: bagaimana sebuah negara yang hanya terdiri dari sembilan pulau berpenghuni, yang terletak 385 mil di lepas pantai barat Afrika, bisa lolos ke Piala Dunia dan kemudian menandai debutnya dengan mengejutkan juara Eropa Spanyol dengan hasil imbang 0-0 ? Lalu menyulitkan Tim Tango Argentina dengan dua gol Cabo Verde plus mematahkan tendangan bebas Messi?
Direkrut melalui LinkedIn?
Uniknya, tidak semua pemain Cabo Verde sehari-hari berkarir sebagai pemain bola profesional. Ada yang sebelumnya bekerja di bank. Seperti kisah Roberto Lopes, bek tengah utama yang harus menghadapi pemain seperti Nico Williams, Lamine Yamal, dan Ferran Torres dalam debut Piala Dunianya.
Lopes, yang sebelumnya bekerja di bank, direkrut oleh tim nasional Cabo Verde melalui LinkedIn, platform jejaring sosial paling populer. Lopes, yang dijuluki Pico, bekerja sebagai penasihat hipotek di Dublin, Irlandia, dan bermain paruh waktu untuk Bohemians di Liga Irlandia. Pada tahun 2017, rival Dublin, Shamrock Rovers, menawarkan Lopes kesempatan untuk menjadi pemain sepak bola penuh waktu dan meninggalkan pekerjaan tetapnya. Dia menerimanya tanpa ragu-ragu.
Dua tahun kemudian, kesempatan lain yang mengubah hidup datang dengan cara yang jauh lebih tidak biasa. Pada tahun 2019, Lopes melakukan debut internasionalnya untuk Cabo Verde setelah menerima pesan tak terduga di LinkedIn. Rui Aguas, yang saat itu menjabat sebagai pelatih kepala Blue Sharks, menemukan bahwa ayah Lopes, Carlos, lahir di Cabo Verde dan menyadari bahwa bek tersebut memenuhi syarat untuk mewakili negara tersebut. Apa yang dimulai dengan sebuah pesan di platform jejaring profesional akhirnya membawa Lopes ke Piala Dunia.
Aguas mengirim pesan kepada Lopes dalam bahasa Portugis menanyakan apakah dia tertarik, tetapi dia tidak mendapat balasan sampai dia harus mengirim pesan lain beberapa bulan kemudian di platform yang sama, seperti yang diceritakan pemain yang sama kepada BBC.
"Awalnya saya mengira itu pesan spam dan saya tidak memperhatikannya. Kemudian sekitar sembilan bulan kemudian, dia membalas pesan saya, mengatakan, 'Hai Roberto, apakah kamu sudah sempat mempertimbangkan apa yang saya katakan kepadamu?' Saya merasa sangat tidak sopan karena tidak membalasnya beberapa bulan sebelumnya. Saya menyalin pesan itu dan memasukkannya ke Google Translate dan pada dasarnya isinya, 'Kami sedang mencari pemain baru untuk skuad Cabo Verde dan apakah kamu tertarik untuk membela Cabo Verde?' Saya sangat gembira mendengarnya. Saya langsung berkata, 'Ya, 100% saya ingin menjadi bagian dari skuad.'"
Bertahun-tahun kemudian, ia masuk dalam starting XI saat menghadapi Spanyol di Piala Dunia FIFA, tanpa kebobolan. Lumayan bagus.
Vozinha sendiri di Linkedin tertera pekerjaan yang dijalani:
Vozinha
- Bus Driver, 40 years old
- Electrician job by day
- Goalkeeper for Cape Verde by night
Sekilas Cabo Verde
Cabo Verde atau Cape Verde atau Tanjung Verde adalah gugusan sepuluh pulau di Samudra Atlantik, tepat di sebelah barat Senegal dan Mauritania. Nama asli negara ini dalam bahasa Portugis adalah Cabo Verde, yang berarti 'tanjung hijau', meskipun sebagian besar pulau-pulau yang terjal tersebut terdiri dari batuan vulkanik gelap. Negara ini kecil, hanya memiliki sekitar setengah luas permukaan Kepulauan Canary Spanyol di utara, atau sekitar satu setengah kali luas Luksemburg.
Cabo Verde adalah salah satu tempat pertama yang ditemukan oleh penjelajah Portugis, pada abad ke-15. Tidak seperti ketika para penjelajah 'menemukan' tempat-tempat yang sudah dihuni, Cabo Verde sebenarnya tidak berpenghuni pada saat itu. Penduduk Cabo Verde saat ini adalah keturunan penjajah dan orang Afrika daratan.
Oce E Satria
(bbc, aljazeera, new york times, the guardian, transfermarkt, espn, indietraveller)



