All Amin: Nagari dan Negara
SEPEKAN silam, Kabupaten Solok berulang tahun ke-113. Pembentukan Afdeeling Solok pada 9 April 1913, yang ditetapkan melalui besluit Pemerintah Hindia Belanda di Batavia, menjadi akta kelahirannya.
Afdeeling adalah warisan struktur kolonial yang kemudian ditransformasikan menjadi kabupaten, dari alat kontrol menjadi instrumen pemerintahan dalam Republik Indonesia.
Di bawah Afdeeling dibentuk pula Onderafdeeling, yang kini dapat dipadankan dengan kecamatan, sebagai lapisan administratif yang menjembatani pemerintahan kolonial dengan kehidupan nagari yang telah lebih dulu eksis.
_____
Pada tahun 1275, Kertanegara mengirim Ekspedisi Pamalayu sebagai langkah untuk membangun hubungan diplomatik antara Singhasari dan Kerajaan Melayu Dharmasraya di Sumatra.
Sepeninggal pasukan tersebut, terjadi pemberontakan Jayakatwang yang berhasil meruntuhkan Singhasari dan mengakhiri kekuasaan Kertanegara.
Beberapa waktu kemudian, Kublai Khan dari Kekaisaran Mongol tiba di Jawa untuk memerangi Kertanegara, dipicu oleh penghinaan terhadap utusan Mongol sebelumnya.
Saat pasukan Mongol tiba, Singhasari telah runtuh dan kekuasaan berada di tangan Jayakatwang.
Di tengah situasi tersebut, muncul Raden Wijaya, menantu Kertanegara. Ia memanfaatkan keadaan dengan mengarahkan pasukan Mongol agar menyerang Jayakatwang. Pasukan Mongol berhasil menumbangkan Jayakatwang.
Namun setelah itu, Raden Wijaya berbalik menyerang pasukan Mongol.
Pasukan Mongol kalah dan meninggalkan Jawa. Dari momentum tersebut, Raden Wijaya kemudian mendirikan Kerajaan Majapahit.
Sementara itu, pasukan Pamalayu yang kembali dari Sumatra mendapati bahwa Singhasari telah tiada. Mereka membawa dua putri dari Melayu, Dara Petak dan Dara Jingga. Dara Petak kemudian dinikahi oleh Raden Wijaya dan melahirkan Jayanegara, penerus takhta Majapahit.
Sedangkan Dara Jingga diperistri seorang bangsawan Majapahit. Dari pernikahan itu lahir Adityawarman, yang kelak kembali ke tanah asal ibunya dan mengembangkan kekuasaan yang dikenal sebagai Kerajaan Pagaruyung.
Pada saat Ekspedisi Pamalayu tiba di wilayah Dharmasraya pada abad ke-13, masyarakat Minangkabau telah hidup dalam tatanan sosial yang bertumpu pada suku-suku berlandaskan sistem kekerabatan matrilineal, serta bentuk awal komunitas menetap yang dapat disebut sebagai proto-nagari, yakni kesatuan hidup kolektif yang terorganisasi melalui musyawarah, kepemimpinan adat, dan keterikatan wilayah, yang tumbuh secara organik dari bawah.
Keberadaan struktur sosial-politik lokal ini dapat ditelusuri melalui temuan seperti Prasasti Padang Roco 1286 yang mencatat pengiriman arca Amoghapasa dari Singhasari ke Dharmasraya sebagai simbol relasi politik dan religius, serta Prasasti Saruaso pada abad ke-14 yang menunjukkan keberlanjutan struktur lokal dan elite setempat.
Diperkuat oleh catatan sastra seperti Negarakertagama yang menyebut Melayu sebagai entitas penting dalam jaringan mandala Majapahit. Semuanya mengindikasikan bahwa masyarakat Minangkabau telah memiliki fondasi sosial nagari yang mapan kala itu.
________
Afdeeling dan Onderafdeeling yang bertransformasi menjadi kabupaten dan kecamatan adalah struktur negara yang datang dari logika pemerintahan kolonial dan modern.
Sementara nagari merupakan struktur sosial yang membentuk tubuh masyarakat Minangkabau. DNA asli yang tumbuh dari bawah, berakar pada suku, adat, musyawarah, dan tatanan hidup komunal.
Jika kabupaten dan kecamatan adalah wadah negara, maka nagari adalah organisme masyarakat. Yang satu konstruksi administratif, yang lain konstruksi peradaban.
Secara historis nagari merupakan fondasi sosial masyarakat yang hadir lebih dahulu daripada negara modern yang kemudian membungkusnya.
_______
Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945 yang menjadi akta lahir Republik Indonesia merupakan kelanjutan dari semangat kebangsaan yang lebih dahulu ditegaskan melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sementara gagasan persatuan Nusantara yang hidup dalam Sumpah Pemuda kerap dibaca memiliki resonansi historis dengan Sumpah Palapa yang diucapkan oleh Gajah Mada, Mahapatih Majapahit, pada masa Hayam Wuruk.
Jika mata rantai sejarah itu dipahami sebagai jejak panjang menuju lahirnya republik, maka nagari di Minangkabau sesungguhnya telah hidup jauh sebelum imajinasi tentang republik itu terbentuk. Republik lahir pada 1945, tetapi nagari telah hidup berabad-abad sebelumnya.
Karena itu, negara tidak semestinya mereduksi nagari menjadi sekadar unit administratif. Sebab nagari bukan produk negara, melainkan entitas sosial yang telah teruji oleh sejarah jauh sebelum negara modern hadir.
Melihat nagari hanya sebagai wilayah administrasi adalah kekeliruan perspektif, karena nagari sejatinya merupakan pilar dalam negara, bukan sekadar ornamen pelengkap. Bila negara adalah bangunan, maka nagari adalah sebagian fondasi yang menopangnya.
Nagari merupakan entitas yang eksistensinya telah teruji melintasi zaman dan akan terus hidup. Hidup dengan kemandirian, bertumpu pada daya sosialnya sendiri; daya yang dibentuk sejak lama oleh adat, musyawarah, dan kehidupan komunal.
Lebih dari itu, sejatinya nagari juga memiliki aset dan sumber daya yang dapat diaktivasi ketika memperoleh legitimasi dan penguatan dari negara.
Dengan demikian, nagari tidak hanya kokoh secara sosial dan budaya, tetapi juga berpeluang berdiri dengan kemandirian ekonomi. Ketika aset nagari diakui, dikelola, dan dihidupkan sebagai kekuatan bersama, nagari akan tumbuh sebagai entitas yang berdaulat secara sosial sekaligus berdaya secara ekonomi. Konsep babaliak banagari dengan demikian bertumpu pada fondasi sejarah, sosial, dan ekonomi yang kokoh.
All Amin
Juru Bicara Perkumpulan Masyarakat Alam Gumanti (MAG), Aliansi 7 Nagari
_________________________

