Butuh 51,82 Triliun Pulihkan Aceh, Sumut dan Sumbar Pasca Banjir Sumatra
JAKARTA (tanjaxNews) - Pulau Sumatra, Indonesia, akan membutuhkan dana rekonstruksi dan pemulihan sebesar 51,82 triliun rupiah (3,11 miliar dolar AS) menyusul serangkaian banjir yang menewaskan banyak orang, kata para pejabat senior pemerintah.
Jumlah korban tewas akibat banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh siklon mencapai 950 orang pada hari Senin, dengan 274 orang masih hilang, menurut data resmi. Badai tersebut juga menewaskan sekitar 200 orang di Thailand selatan dan Malaysia.
Suharyanto, kepala badan mitigasi bencana Indonesia (BNPB) mengatakan bahwa dana pemulihan yang dibutuhkan di tiga provinsi Aceh , Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mungkin masih akan meningkat karena badan tersebut terus menghitung seberapa besar kerusakan yang telah terjadi.
Di antara tiga provinsi yang terdampak, Aceh membutuhkan dana paling banyak, yaitu sebesar 25,41 triliun rupiah, kata Suharyanto dalam rapat kabinet yang dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto di provinsi Aceh pada Minggu 7 Desember 2025 malam.
Sumatera Utara dan Sumatera Barat masing-masing membutuhkan 12,88 triliun dan 13,52 triliun rupiah, tambahnya.
Proses rekonstruksi akan segera dimulai di beberapa daerah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat yang telah pulih dengan relatif baik, katanya.
"Jadi, daerah-daerah yang kondisinya sudah lebih baik dapat memulai proses rekonstruksi. Kami akan memindahkan orang-orang yang tinggal di pusat-pusat pengungsian ke rumah-rumah sementara," kata Suharyanto tanpa memberikan jangka waktu tertentu.
![]() |
| Pemandangan dari drone menunjukkan area yang hancur akibat banjir bandang mematikan di Batang Toru, Tapanuli Selatan, Provinsi Sumatera Utara, Indonesia, 7 Desember 2025. REUTERS/Willy Kurniawan |
Rumah-rumah sementara tersebut adalah bangunan kayu lapis seluas 40 meter persegi yang dibangun oleh pemerintah untuk masyarakat yang terkena dampak bencana alam.
"Pada tahap selanjutnya, mereka akan direlokasi ke rumah-rumah permanen yang dibangun oleh kementerian perumahan," tambahnya.
Menanggapi perkiraan awal biaya pemulihan, Prabowo mengatakan perhitungannya "mirip", tanpa menjelaskan lebih lanjut apakah ia akan menyetujui pengeluaran tersebut atau tidak.
"Intinya, kami memiliki kapasitas dan kami akan melakukannya dengan cermat serta melakukan yang terbaik untuk mengelolanya," kata Prabowo.
Prabowo juga mengatakan bahwa kondisi di beberapa daerah masih serius, dengan sawah, bendungan, dan sejumlah besar rumah terutama yang terdampak.
"Para pemimpin lokal melaporkan bahwa ada cukup banyak rumah yang harus kita bantu bangun kembali," katanya.
"Di beberapa tempat, masih ada tantangan," katanya, menambahkan bahwa distribusi obat-obatan dan pakaian kepada warga juga harus menjadi prioritas. (Oce/Reuters)
($1 = 16.680 rupiah)

