News Breaking
Live
update

Breaking News

Algoritma Nagari

Algoritma Nagari



Oleh: All Amin

Sah. Bertepatan dengan azan magrib. Kisaran jam 18-an. Bupati Solok, Jon Firman Pandu menandatangani dokumennya. Terasa serupa klimaks dalam sebuah rangkaian perjalanan ketika turut menyaksikan proses itu.

Belakangan, setelah membacanya, baru saya tahu bahwa nomenklatur surat keputusan itu adalah: Pengakuan dan Perlindungan Masyarakat Hukum Adat.

Namun, dari awal, pun setelah membacanya, saya memaknai surat itu sebagai Piagam Nagari. Akan jadi pijakan untuk transformasi nagari berikutnya.
_____________

Tahun 1803, tiga pemuda Minangkabau pergi menunaikan ibadah haji. Mereka mendapati sedang terjadi dinamika pembaruan Islam di Jazirah Arab. Gerakan yang dimotori oleh aliansi pemimpin politik lokal Muhammad bin Saud dengan ulama Muhammad Abdul Wahab. Kelak gerakan ini melahirkan negara Arab Saudi modern.

Ketiganya dikenal dengan nama: Haji Sumanik, Haji Piobang, dan Haji Miskin. Mereka lalu membawa pulang gagasan pembaruan itu, dan hal itulah yang menjadi embrio konflik internal di Minangkabau.

Konflik yang bermuara pada Perang Padri, berkonsekuensi berupa runtuhnya Kerajaan Pagaruyung dan masuknya kolonialisme ke Minangkabau.

Masuknya kolonialisme menjadi satu gelombang transisi yang mengubah fitur nagari di Minangkabau, dari sebelumnya di bawah Kerajaan Pagaruyung.




Sekitar seabad kemudian lahirlah NKRI, maka nagari berada dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gaya penyeragaman rezim orde baru mengebiri model otonom nagari melalui Undang-Undang Desa Tahun 1979.

Pascareformasi memanfaatkan momentum sistem otonomi daerah, melalui Perda Provinsi Sumatra Barat Tahun 2000, masyarakat Minangkabau dapat babaliak banagari.
______________

Eksistensi nagari telah teruji dalam berbagai model pemerintahan, sejak sebelum dan pada masa Kerajaan Pagaruyung, Hindia Belanda, hingga Republik Indonesia.

Dalam kurun ratusan tahun, nagari tentu telah mengalami berbagai perubahan. Namun, salah satu cara berpikir dalam matematika melihat bahwa perubahan tidak berarti semua hal berubah. Agar perubahan dapat dikenali, harus ada sesuatu yang tetap sebagai acuan. Begitu logikanya.

Sebab setiap perubahan melibatkan dua unsur, yaitu invarian dan variabel: yang tetap dan yang berubah.

Salah satu invarian dalam nagari adalah keberadaan harta bersama: ulayat nagari. Bentuk pemerintahan dan tata kelola dapat berubah mengikuti zaman, tetapi keberadaan ulayat nagari sebagai milik komunal tetap menjadi salah satu identitas nagari dari generasi ke generasi.
______________

Secara prinsip, ulayat merupakan aset milik nagari yang dapat diubah menjadi mesin penggerak ekonomi. Namun, potensi itu tidak serta-merta dapat diwujudkan.

Analoginya seperti harta yang tersimpan di dalam brankas. Nilainya sudah ada, tetapi belum dapat dimanfaatkan sebelum brankas itu dibuka dengan nomor kombinasi yang tepat.

Begitulah posisi ulayat nagari saat ini. Agar nilai ekonominya dapat diwujudkan, diperlukan serangkaian langkah yang tepat, sebuah algoritma potensi ekonomi nagari.

Dalam matematika dan teori kompleksitas komputasi dikenal istilah P vs NP. Intinya, menemukan jawaban sering kali jauh lebih sulit daripada memeriksa jawaban yang sudah ada. Begitu sebuah solusi ditemukan, biasanya kebenarannya dapat diperiksa dengan cepat.

Bila diibaratkan aset-aset nagari itu terkunci dalam sebuah brankas dengan tiga digit nomor kombinasi, maka terdapat seribu kemungkinan yang harus diurai untuk menemukan kombinasi yang benar.

Menjadi tugas anak-anak nagari untuk mengurai algoritmanya: menemukan kombinasi langkah yang tepat agar potensi ekonomi nagari dapat dibuka dan dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kemakmuran bersama.

Surat Keputusan yang ditandatangani oleh Bupati Solok di atas merupakan digit pertama dari tiga digit nomor kombinasi yang dibutuhkan untuk membuka brankas tersebut.

Artinya, satu digit telah ditemukan. Kini tersisa dua digit lagi. Secara analogis, ruang kemungkinannya menyusut dari seribu menjadi seratus. Pekerjaan besar itu belum selesai, tetapi jalan menuju jawabannya telah menjadi jauh lebih dekat.
_________________

Klimaks ketika mendapatkan digit pertama memicu dorongan dopamin yang menghadirkan kepuasan, disertai rasa syukur, sekaligus menguatkan semangat untuk mengurai algoritma berikutnya.

Bersamaan dengan itu, dukungan dari berbagai pihak terus berdatangan. Semakin banyak pihak turut melihat bahwa jalan menuju transformasi nagari tak lagi sekadar angan-angan, melainkan sebuah kemungkinan yang masuk akal.

Sebelumnya, gagasan tentang mengaktivasi aset nagari dianggap hil yang mustahal. Jika analogi satu dari seribu kemungkinan terdengar terlalu matematis, maka cerita transformasi nagari lebih menyerupai Dongeng 1001 Malam atau cerita Abu Nawas: menarik untuk didengar, tetapi sulit dipercaya akan menjadi kenyataan.

Sebab, selama beberapa generasi, persoalan itu seolah berada dalam kebuntuan, tanpa jalan keluar yang benar-benar tampak.

Setelah digit pertama ditemukan, ruang kemungkinan telah menyusut drastis. Ketidakpastian pun berkurang. Pencarian digit berikutnya menjadi lebih terarah sehingga waktu penyelesaiannya kini jauh lebih dapat diperkirakan.

Ketika seluruh digit kombinasi berhasil ditemukan, model aktivasi aset sebagai mesin penggerak ekonomi nagari pun dapat diwujudkan. Semoga.

Apabila itu terealisasi, proses duplikasi model tersebut akan berkembang secara eksponensial. Sebab di Minangkabau populer sebuah ungkapan: "Mancaliak contoh ka nan sudah, mancaliak tuah ka nan manang."

Karena itulah, sejak awal saya memaknai surat keputusan itu sebagai Piagam Nagari: pijakan bagi transformasi nagari, sebuah tesis baru tentang model bernagari, sekaligus bagian dari wujud eksistensi nagari dalam menyongsong peradaban.

(All Amin, anak nagari Alahan Panjang, Sumatra Barat)
______________

Tags